Blog Archives

Jahit Kebaya Brukat untuk Resepsi Mbak Fasti

Pernikahan adalah momen sekali dalam seumur hidup. Semuanya harus serba semaksimal mungkin dikerjakan. Mulai dari survey, pemilihan vendor, hingga eksekusi (hari-h) resepsi pernikahan. Kami sangat bangga bisa menjadi vendor pilihan Mbak Fasti untuk menjahit kebaya resepsi yang dikenakan pada hari sangat spesial tersebut. Memang selain menjual baju (fashion) yang berkenaan dengan batik, kami juga bisa menjahit baju wanita seperti baju pesta atau kebaya.

Kain yang menjadi pilihan Mbak Fasti untuk dijadikan kebaya adalah brukat dengan taburan payet yang sudah terpasang pada bahannya. Kain brukat tersebut dipilih lalu bagian-bagian bahan yang berbunga-bunga dan berpayet kemudian ditempel-tempelkan daerah tertentu seperti leher, bahu, dada, pergelangan tangan, serga pinggul. Sebagai variasi yang lain, digunakan bahan tile pada bagian dada. Untuk dalamannya tidak menggunakan furing, namun dipilih bustier bertali belakang yang sewarna dengan kebaya. Model kebaya modern ini bagian belakangnya panjang dibandingkan bagian depannya.

Lama pengerjaannya memakan waktu hingga 3 bulan. SEBETULNYA kalau pengerjaannya langsung dimaratonkan bisa saja jadi dalam waktu seminggu, namun tahapan pengerjaannya yang banyak serta pengerjaannya yang harus dilakukan dengan seteliti mungkin membuat waktunya pengerjaannya menjadi agak lama. Belum lagi antrian pekerjaan yang ada di setiap tahapan pengerjaan.

Berikut kami berikan gambaran tahapannya:

1. desain model

2. membuat pola

3. menempel-nempel bahan brukat

4. menjahit

5. fitting

6. menjahit revisi

Untuk bagian terakhir, fitting dan menjahit revisi bisa berkali-kali. Dalam hal jahitan kebaya resepsi Mbak Fasti, fitting dilakukan sebanyak 3 kali.

Seperti biasa, menjahit kebaya untuk pernikahan (akad maupun resepsi) memiliki tantangan-tantangan tersendiri. Dari mulai keinginan pihak calon mempelai dan orangtuanya yang terkadang berbeda, sehingga pihak kami harus membantu memberikan masukan tentang desain yang bagus, cocok, dan pastinya nyaman dikenakan. Hal berikutnya mengenai waktu yang sangat terbatas karena calon mempelai juga punya banyak sekali urusan yang harus diselesaikan selain menjahit baju. Apalagi dalam hal ini Mbak Fasti bekerja di Jakarta, dan hanya bisa ke Bandung di akhir pekan saja.  Belum lagi fitting berkali-kali hingga ukuran benar-benar body-fit. Untungnya Mbak Fasti dan ibu sangat kooperatif dan konsep jahitannya sangat mudah dipahami. Jadi semuanya lancar.

Akad nikah dan acara resepsinya dilaksanakan pada hari minggu, tanggal 20 Januari 2013 di Gedung SESKOAD, Jalan Gatot Subroto, Bandung. Akad nikah dilaksanakan pada pukul 8.00, dan resepsi pukul 11.00.  Kebetulan kami ada seorang perwakilan kami yang menghadiri acara resepsi pernikahan Mbak Fasti dan Mas Angga. Acara berjalan lancar dan meriah, sepertinya makanan dari catering pun tidak sampai kehabisan. Kedua mempelai terlihat sangat bahagia (pastinya) menjadi raja dan ratu sehari. Begitu juga orang tua dari kedua belah pihak.

Berikut foto dokumentasi Mbak Fasti – yang sekarang sudah menjadi Ny. Angga.

 Kebaya Resepsi Pernikahan Fastia Wininda vs Angga Fithryana Jahit di Butik Batik Pranandari Bandung

Kebaya Resepsi Mbak Fasti

Foto (baju yang dikenakan) Mas Angga tidak usah terlalu diperhatikan, karena bukan kami yang buat.

Semoga Mbak Fasti puas dengan hasil jahitan kami, dan semoga KAPOK jahit kebaya untuk resepsi lagi. Kalau untuk selain kebaya resepsi sih jangan kapok ya Mbak…

Advertisements

Sulitnya Mencari Pegawai (Penjahit / Bordir) di Butik

seperti sudah dibahas sebelumnya tentang kelebihan jahitan butik dibanding konveksi / abragan, penjahit butik memang harus punya otak lebih dibanding penjahit konveksi.
bukan maksudnya merendahkan para penjahit konveksi, tapi memang benar apa kata para penjahit yang pernah atau sedang menjadi pegawai kami.

penjahit konveksi tidak harus banyak mikir, yang penting dia menjahit dengan bahan yang disediakan, bagian dia (menjahit) apa, dia laksanakan, beres. Seringkali penjahit konveksi kurang memperhatikan kesesuaian dan konsistensi ukuran. Misal, 2 potong baju dengan model dan ukuran yang sama, bisa berbeda ukuran real nya. Atau ukuran sepotong baju hasil jahitan konveksi, bisa jadi lingkar ketiak sebelah kanan berbeda ukuran dengan lingkar ketiak yang sebelah kirinya.

penjahit butik tidak bisa seperti itu. penjahit butik harus memastikan, lagi dan lagi, pada setiap tahap pengerjaan jahitan, apakah kerjaannya benar, apakah tahap selanjutnya seperti ini, seperti itu.
penjahit butik tidak akan bisa asal kerja, tapi harus ikut berpikir apa tujuan akhir desain yang sedang dia kerjakan. bahannya apa, bahan kelengkapan (furing, benang, kancing, kain keras, obrasan dan lain-lain) harus dipastikan cocok betul, tidak bisa asal comot saja. Cocok bahannya, cocok warna nya, cocok ukurannya, dan cocok dengan permintaan.
itulah sebabnya mengapa kualitas jahitan butik biasanya jauh lebih rapi dan terjaga kualitasnya bila dibandingkan dengan jahitan konveksian. itulah pula sebabnya mengapa harga jahitan butik tidak semurah harga jahitan konveksi.

sama saja dengan tukang bordir. seperti yang telah dibahas sebelumnya, bordir yang kami buat bukan menggunakan mesin bordir komputer, namun dikerjakan dengan (mesin) tangan, desain hingga penngerjaan bordirnya menggunakan tangan (hand made).
tahapan yang tidak pernah kami lewati adalah sampling. membuat sampel. setiap membuat desain bordir baru, warna baru, pembordir pasti membuat sampel terlebih dahulu. pada bahan yang nantinya dikerjakan, menggunakan benang dengan warna yang nantinya akan diaplikasikan. pada bordiran yang dibuat dengan komputer, tahap desain dan sampling bisa dilaksanakan dengan mudah menggunakan komputer, namun kami tidak semudah itu.

pengalaman yang kami rasakan adalah.. memang lebih sulit mencari pegawai untuk penjahit / bordir di butik.
sering kami sharing dengan pengusaha / pegawai konveksi. mencari penjahit memang susah susah gampang, tapi yang lebih susah lagi adalah mencari penjahit untuk bekerja di butik. karena menjadi penjahit di butik harus ikut mikir. tanggung jawabnya lebih besar. apalagi sering ada peraturan tambahan, dilarang merokok pada jam kerja. merokoklah sebelum masuk kerja, jam istirahat, dan jam pulang, di luar ruang jahit. seperti yang kami terapkan di workshop kami.

pernah beberapa kali kami membuka lowongan pekerjaan untuk penjahit. tidak pernah secara resmi memasang iklan lowongan kerja di koran atau di media lain, memang.. kami biasa mencari pegawai melalui rekomendasi dari penjahit yang pernah atau sedang bekerja pada kami. kami juga biasa mencari rekomendasi kepada rekanan-rekanan kami. tetapi ya itu tadi, sulit mencari penjahit yang siap kerja (dengan kualitas) di butik. kebanyakan mereka mau bekerja sebagai penjahit, tapi di perusahaan konveksi, bukan butik.

semua pekerjaan memang selalu ada tantangannya. pengelola butik tantangannya adalah kesulitan mencari penjahit yang rapi, teliti dan bertanggung jawab.. penjahit butik tantangannya adalah harus kerja lebih rapih, teliti dan sambil mikir.. penjahit konveksi tantangannya adalah pekerjaannya dihitung borongan, sehingga kerja harus cepat. tinggal bagaimana kita mengoptimalkan kelebihan yang kita miliki dan meminimalkan kekurangan yang ada.

%d bloggers like this: