Kelebihan butik dibanding konveksi

Kami adalah BUTIK Batik Pranandari. Kenapa butik? Karena kualitas jahitan kami adalah kualitas butik. Bukan kualitas konveksian /kodian /abragan. Memang bagaimana bedanya jahitan kualitas butik dengan konveksi? Akan kami coba berikan gambarannya berikut…

Tukang jahit konfeksi dibayar borongan, sehingga mereka bekerja kejar setoran, kualitas kurang diutamakan, yang penting kuantitas. Sedangkan kami, butik, tukang jahitnya dibayar harian, sehingga mereka bekerja tidak terburu-buru, dengan mengutamakan kualitas. Quality over quantity.

Seorang penjahit konveksi biasanya menjahit satu bagian saja. Misalnya, seorang menyambungkan badan kiri dengan punggung, terus menerus. Lainnya menyambungkan dengan badan kanan. Lainnya lagi dengan krah. Dilakukan demikian agar proses penjahitan lebih cepat. Sedangkan seorang penjahit butik biasanya mengerjakan satu baju, dari bentuk pola menjadi baju jadi dikerjakan oleh seorang. Sehingga quality control lebih terjaga.

Jahitan butik lebih rapi dan lurus. tarikannya tegas, karena setiap akan dijahit selalu disetrika terlebih dahulu. setiap tahap. jadi tarikan tegas dan rapi nya dari hasil setrika. sesudah lipatannya jadi, rapi, baru dijahit. Sedangkan jahitan konveksi kebanyakan melewati step tersebut. Ada juga yang disetrika, tapi kembali ke poin pertama, pekerjaannya terburu-buru, jadi tetap saja tidak serapi butik.

Jahitan butik itu eksklusif, sehingga bisa dibilang untuk satu model hanya ada satu pc saja. Kalaupun lebih dari satu, model bisa sama tetapi kombinasi warnanya atau size nya berbeda, atau ada tambahan bahan variasi. Sehingga kecil kemungkinan kita bertemu dengan orang yang pakaiannya sama dengan kita. Sedangkan konveksi, untuk satu model dan warna yang sama, dibuat puluhan bahkan ratusan pcs. Sehingga sangat besar kemungkinan kita bertemu orang yang pakaiannya sama dan tidak terlihat eksklusif.

Selanjutnya, jika seorang penjahit butik akan menjahit pakaian, kelengkapan jahit seperti benang, kancing dan ritsleting yang di pakai selalu di sesuaikan dengan warna bahan sehingga terlihat serasi. Sedangkan penjahit konveksi dalam menjahit pakaian warna apapun bahannya, kelengkapan jahit yang di pakai satu macam warna sampai barangnya (benang /kancing /ritsleting) habis.

Pernah suatu saat kami berdialog dengan salah satu penjahit kami, kenapa sulit mencari pegawai untuk menjahit di butik. Jawabannya adalah “karena untuk menjahit di butik harus mikir. Satu orang penjahit bertanggungjawab atas satu potong baju jahitannya. Kalau konveksi lebih gampang. Tinggal jahit-jahit aja”

So… pilih jahitan butik atau konveksi? it’s your call.

Posted on May 7, 2013, in Jahit, Pengetahuan, Tentang Kami and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: